Pidato Keutamaan Maulid



Sebagaimana hadits dari Anas Ibn Malik, Rasulullah ﷺ bersabda,

وَدِدْتُ أَنِّى لَقِيتُ إِخْوَانِى. قَالَ فَقَالَ أَصْحَابُ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- أَوَلَيْسَ نَحْنُ إِخْوَانَكَ قَالَ : أَنْتُمْ أَصْحَابِى وَلَكِنْ إِخْوَانِى الَّذِينَ آمَنُوا بِى وَلَمْ يَرَوْنِى.

“Aku rindu ingin sekali berjumpa dengan saudara-saudaraku, para shahabat nabi radliyallahu ‘anhum berkata: “Bukankah kami saudara-saudaramu? Beliau menjawab: “Kalian adalah para sahabatku. Saudara-saudaraku adalah orang-orang yang beriman kepadaku walaupun mereka belum pernah berjumpa denganku.” (H.R. Imam Ahmad dalam musnadnya, Jilid: 20/37).

"Aku kangen banget ketemu karo sedulur-sedulurku, para sahabat Nabi radliyallahu 'anhum ngendika: "Apa kita iki dudu sedulurmu?" Panjenengane mangsuli: "Kowe iku kanca-kancaku. Sedulur-sedulurku yaiku wong-wong sing percaya marang aku sanajan dheweke durung nate ketemu karo aku." (H.R. Imam Ahmad ing musnad-e, Volume: 20/37).

Esok hari kita sudah memasuki bulan Rabiul Awal. Bulan kelahiran manusia paling mulia di jagat raya ini, yaitu bulan maulidur rasulillah shallalahu ‘alaihi wasallam.
Begitu mulianya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, sehingga sebagian ulama menganggap malam kelahirannya tidak kalah mulianya dibandingkan dengan malam Lailatul Qadar. Karena adanya malam Lailatul Qadar (sebagai malam diturunkannya Al-Qur’an) disebabkan adanya kelahiran Rasulullah sebagai penerima wahyu Al-Qur’an. Rasul yang dipercaya mengemban dan menyampaikan Al-Qur’an.

Demikian mulianya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam hingga dalam hadits qudsi diungkapkan:


قال الله تعالى لأدم لولا محمد ماخلقتك

Allah swt berkata kepada Nabi Adam as. Jika tidak karena Muhammad, Aku tidak ciptakan engkau wahai Adam. Dalam riwayat lain dikatakan

Allah SWT ngendika marang Nabi Adam AS. Yen ora amarga Muhammad, Aku ora bakal nggawe kowe, he Adam.



لَوْلَاكَ لَوْلَاكَ يَا مُحَمّد لما خَلَقْتَ الأَفْلَاك

Artinya : Jika bukan karena engkau wahai Muhammad, tidak akan aku ciptakan alam semesta ini.

Menawa ora amarga kowé, wahai Muhammad, aku ora bakal nyiptakaké jagad raya iki.

Kelahiran Nabi Muhammad shalllallahu alaihi wasallam, memang anugerah dan kado terindah bagi umat manusia dari Allah yang wajib kita syukuri. Sebagaimana pertanyaan Nabi Daud kepada Allah ta’ala “nikmat apakah yang paling terbesar di sisi-Mu?”, Allah ta’ala menjawab “Diciptakannya Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam”



Merayakan maulid merupakan luapan kegembiraan atas terlahirnya Nabi Muhammad SAW di dunia. Bergembira atas kelahiran Nabi manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh orang muslim yang beriman saja, namun juga oleh orang non-muslim. Sebagaimana contoh : Disetiap hari Senin, Abu Lahab sebagai sosok yang memusuhi perjuangan nabi dan sudah dijamin kebinasaanya dalam neraka, diringankan siksanya, karena ia senang atas kelahiran Nabi, bahkan saking senengnya Abu Lahab memerdekakan budak perempuannya, Bernama Tsuwaibah al-Aslamiyyah untuk menyusui Nabi.

Apalagi umat Islam yang memperingatinya, baik yang mengadakan ataupun menghadiri, akan mendapatkan pahala. Peringatan maulid itu merupakan wujud kegembiraan dan kecintaan umat Islam kepada Rasulullah SAW sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW.

مَنْ أَحَبَّنِى كَانَ مَعِيْ فِي الْجَنـَّةِ

"Barang siapa yang senang, gembira, dan cinta kepada saya maka akan berkumpul bersama dengan saya masuk surga".

"Sapa waé sing seneng, seneng lan tresna marang aku bakal melu aku ing swarga."
Syafa'at yang didapatkan ketika memuliakan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW juga disebutkan dalam sebuah hadits dalam kitab 'Anwarul Muhammadiyah' karangan Syekh Yusuf Bin Ismail An-Nabhani.

مَنْ عَظَّمَ مَوْلِدِىْ كُنْتُ شَفِيْعًا لَهُ يَـوْمَ الْقِيَا مَةِ. وَمَنْ أَنْفَقَ دِرْهَمًا فِى مَوْلِدِى فَكَأَ نَّمَا اَنْفَقَ جَبَلاً مِنْ ذَ هَبٍ فِى سَبِيْلِ اللهِ

"Barangsiapa yang memuliakan (memperingati) hari kelahiranku maka aku akan memberinya syafa'at pada hari kiamat. Dan barang siapa memberikan infaq satu dirham untuk memperingati kelahiranku, maka akan diberi pahala seperti memberikan infaq emas sebesar gunung fi sabilillah.

"Sapa waé sing ngurmati (mengeti) dina lairku, Aku bakal menehi syafaat ing dina kiamat. Lan sapa waé sing menehi sedekah siji dirham kanggo mengeti dina lairku, bakal diwenehi ganjaran kaya menehi sedekah gunung emas atas asmané Allah."
Sahabat Abu Bakar Ash-Shidiq berkata :

مَنْ أَنْفَقَ دِرْ هَماً فِى مَوْ لِدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ رَفِيْقِيْ فِى الْجَنَّةِ

"Barangsiapa yang memberikan infaq satu dirham untuk memperingati kelahiran Nabi SAW, akan menjadi temanku masuk surga".
Sahabat Umar Bin Khatthab berkata :

مَنْ عَظَّمَ مَوْ لِدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَدْ أَحْيَا اْلإِسْلاَمَ

"Barang siapa yang memuliakan (memperingati) kelahiran Nabi SAW, berarti telah menghidupkan Islam".

Sahabat Ali Bin Abi Thalib berkata :

مَنْ عَظَّمَ مَوْ لِدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لاَ يَخْرُجُ مِنَ الدُّنْياَ اِلاَّ بِاْلإِ يْمَانِ

"Barang siapa yang memuliakan (memperingati) kelahiran Nabi SAW, apabila pergi meninggalkan dunia pergi dengan membawa iman"..
Kasih sayang Nabi kepada umatnya tak tergantikan dengan tawaran masuknya separuh mereka umatnya ke surga. Nabi lebih memilih syafaat karena dengan safaat nabi bisa membela umatnya lebih menyeluruh dan lebih banyak.

Semoga saja kita semua termasuk umatnya yang mendapatkan syafa’tul udzma atau syafaat yang agung nanti di yaumil qiyamat Aamiin aamiin ya robbal alamien

بارك الله لى ولكم في القرأن العظيم ونفعني واياكم بالأيات والذ كر الحكيم اقول قولى هذا واستغفروه انه هو الغفور الرحيم.

Post a Comment

Previous Post Next Post

Iklan 4

Iklan 5

Contact Form